Tampilkan postingan dengan label Percikan Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percikan Iman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

Kata Penyejuk Iman

Kebaikan Menghapus Keburukan

Ketahuilah, banyak orang yang berpakaian putih bersih namun ternoda agamanya. Berapa banyak orang yang memuliakan dirinya namun ternyata malah dihinakan oleh diri sendiri. Ingatlah, segera (kau hapus) keburukan yang telah lalu dengan kebaikan yang masih baru. (Abu Ubaidah ibnul Jarrah/Az Zuhd, Imam Ahmad)

Tanda Cinta

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. (Ar Rabi’ bin Anas/ Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Hati yang Lurus

Seseorang tidak bisa dipegang amanahnya sehingga lurus lisannya, dan dia tidak lurus lisannya sehingga lurus hatinya. (al Hasan al Bashri/Al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

Obat Hati

Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)

Arti Raut Muka

Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya. (Utsman bin ‘Affan/al Adab asy Syar’iyyah, Ibnu Muflih)

Takabbur

Tidaklah aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada dibawahnya melainkan dia ditimpakan oleh Allah kehinaan melalui orang lain yang lebih tinggi darinya.(Abu Hatim al Basati/ Raudhatul ‘Uqala’, Ibnu Hibban)

Cinta Dunia

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. (Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)

Mencari Ridha Allah

Barang siapa yang dibenci manusia karena mencari ridha Allah maka manusia (yang lain) akan mencukupinya (membelanya). Barang siapa yang mencari ridha manusia dengan murka Allah maka Allah akan serahkan dia kepada munusia juga. (Ummul Mu’minin Aisyah ra/ Az Zuhd, Imam Ahmad)

Nilai Keimanan

Barang siapa yang rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu berlaku padanya dan ia mendapatkan pahala. Dan barang siapa yang tidak rela dengan ketetapan Allah maka ketetapan itu juga tetap berlaku padanya, sedangkan ia terputus amalnya. (Ali bin Abi Thalib/Mukhtashar Minhajul Qashidin, al Maqdisi)

Tiga Perkara

“Ada tiga perkara pada diriku, aku tidak menyebutkannya kecuali supaya dapat diambil pelajaran, Pertama “Aku tidak mendatangi penguasa (sulthan) kecuali jika di undang, kedua, Aku tidak masuk pada dua orang kecuali setelah keduanya mempersilahkanku masuk diantara mereka, ketiga, tidaklah aku menyebutkan seseorang setelah dia pergi dari sisiku kecuali kebaikan-kebaikan.” (Al Ahnaf bin Qais)

Cinta Dunia

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)

Kebaikan

Rasulullah bersabda :“ Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala yang melakukannya” (HR. Muslim)


Merantaulah

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

(Al-imam asy-Syafi'i)

Rabu, 23 Maret 2011

Meningkatkan Rasa Syukur

Tidak diragukan lagi, untuk meraih sukses kita perlu meningkatkan rasa syukur kita terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita. Bagaimana tidak, kita sudah belajar bagaimana manfaat syukur yang luar biasa dalam kehidupan kita. Namun, yang menjadi pertanyaan, kenapa masih banyak orang yang tidak atau kurang bersyukur? Atau ada juga orang yang merasa sudah bersyukur, tetapi dia merasa tidak ada tambahan nikmat sesuai dengan janji Allah. Padahal janji Allah tidak mungkin salah. Artinya cara bersyukur kita yang salah, kita merasa bersyukur padahal kita belum bersyukur.

Tiga Kesalahan Dalam Bersyukur

Jika kita bersyukur, nikmat kita akan ditambah oleh Allah. Mungkin, kita sudah hafal ayat Al Quran yang menjelaskan hal ini:
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (QS Ibrahim:7)
Lalu, mengapa ada orang yang merasa sudah bersyukur tetapi merasa tidak mendapatkan nikmat tambahan? Karena janji Allah tidak mungkin salah, artinya ada yang salah dengan diri kita. Ada tiga kemungkinan:
  • Pertama: cara kita bersyukur yang salah.
  • Kedua: kita kurang peka terhadap nikmat yang sebenarnya sudah Allah berikan kepada kita.
  • Ketiga: Allah memberikan nikmat lain yang terbaik bagi kita, tapi kita tidak menyadarinya.
Pada artikel kali ini, saya akan fokus menyoroti tentang point kedua dan ketiga. Dengan dua penyebab itu, kita akan kurang bersyukur. Jika kita kurang bersyukur, maka wajar jika nikmat tidak kunjung datang. Kita harus terus meningkatkan rasa syukur kita terhadap nikmat Allah. Insya Allah, poin pertama, cara bersyukur akan dibahas pada artikel lain.

Bagaimana cara meningkatkan rasa syukur?

  1. Luangkan waktu untuk merenungkan nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita. Nikmat itu sangat banyak, bahkan tidak akan terhitung. Lalu mengapa banyak orang yang merasa tidak mendapatkan nikmat? Karena mereka kurang memberikan perhatian terhadap nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan. Allah mengulang-ngulang ayat “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” dalam surah ar Rahmaan, dimana salah satu hikmahnya adalah agar kita lebih memperhatikan nikmat-nikmat. Saat kita memberikan perhatian terhadap nikmat, kita akan melihat, kita akan ngeh, bahwa nikmat Allah yang kita terima sangat banyak.
  2. Berprasangka baiklah kepada Allah. Banyak nikmat yang tidak terlihat bagi kita. Kita sering menganggap bahwa nikmat itu harus dalam bentuk materi, padahal lebih luas dari itu. Seringkali kita menganggap bahwa nikmat itu adalah sebuah pemberian, padahal bisa saja Allah sudah menghindarkan kita dari suatu musibah yang asalnya akan menimpa kita. Mungkin tidak ada yang bertambah pada diri kita, tetapi terhindar dari musibah bukankan sebuah nikmat yang besar? Renungkanlah…
  3. Setelah kita mengetahui bahwa nikmat Allah begitu banyaknya, maka langkah selanjutnya ialah memasukan pengetahuan ini ke dalam hati. Agar melekat dengan diri kita sehingga rasa syukur kita akan bertambah. Caranya ialah terus menerus mengingat nikmat dalam berbagai kesempatan. Semakin sering kita mengingat nikmat, akan semakin tertancap dalam hati, maka rasa syukur pun akan meningkat.
Jadi cara meningkatkan rasa syukur diawali dengan pengetahuan akan nikmat yang telah kita terima. Namun tidak cukup hanya pengetahuan saja, karena banyak orang yang tahu tetapi kurang bersyukur. Pengetahuan akan nikmat ini harus tertanam dalam hati kita.
Kita sudah mengetahui bagaimana cara meningkatkan rasa syukur. Muda-mudahan dengan meningkat rasa syukur, nikmat kita akan bertambah.

Selasa, 01 Maret 2011

Khitanan

Sunnah-Sunnah Fithrah
penulis Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari
Syariah Seputar Hukum Islam 18 - April - 2007 02:05:46

Islam adalah agama yg sangat memerhatikan kebersihan dan juga kesehatan. Banyak permasalahan yg memiliki pengaruh bagi kebersihan dan kesehatan tubuh tdk luput diajarkan dlm agama ini. Satu diantara adl tentang khitan yg telah diakui secara medis memiliki manfaat yg besar.
Pembaca yg semoga dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala Rasul kita yg mulia –semoga shalawat dan salam tercurah pada beliau- pernah bersabda sebagaimana tersampaikan lewat sahabat yg mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأََظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
“Perkara fithrah itu ada lima –atau lima hal berikut ini termasuk dari perkara fithrah yaitu khitan istihdad mencabut bulu ketiak menggunting kuku dan memotong kumis.
Kelima perkara yg disebutkan dlm hadits ini merupakan beberapa perkara kebersihan yg diajarkan oleh Islam.
Pertama: memotong qulfah zakar yg bila dibiarkan akan menjadi sebab terkumpul najis dan kotoran di daerah tersebut hingga menimbulkan berbagai penyakit dan luka.
Kedua: mencukur rambut yg tumbuh di sekitar kemaluan baik di daerah qubul ataupun dubur krn bila dibiarkan rambut tersebut akan bercampur dgn kotoran dan najis serta bisa menyebabkan thaharah syar’iyyah tdk bisa sempurna.
Ketiga: menggunting kumis bila dibiarkan terus tumbuh akan menperjelek wajah. Memanjangkan juga berarti tasyabbuh dgn Majusi .
Keempat: menggunting kuku bila dibiarkan akan terkumpul kotoran di bawah hingga bercampur pada makanan akibat timbullah penyakit. Dan juga bisa menghalangi kesempurnaan thaharah krn kuku yg panjang akan menutup sebagian ujung jari.
Kelima: mencabut bulu ketiak yg bila dibiarkan akan menimbulkan bau yg tdk sedap.
Kesimpulan menghilangkan perkara-perkara yg disebutkan ini merupakan mahasin Islam yg Islam datang dgn kebersihan dan kesucian dgn pengajaran dan pendidikan agar seorang muslim berada di atas keadaan yg terbaik/terbagus dan bentuk yg paling indah.

Kamis, 24 Februari 2011

Jadilah Istri Yang Shalih......

Hadist wanita shalih

  1. Abu Hurairah, Rasul Saw;:”Sebaik-baik wanita adalah wanita yang apabila kamu memandang kepadanya, maka mengembirakan kamu, dan bila kamu menyuruhnya dan dia patuh kepadamu, dan bila kamu tidak ada di sisinya , maka dia memelihara kamu pada hartamu dan dirinya.”
  2. Anas bin Malik, Rasul Saw,; “Apabila seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, memelihara farjinya dan mematuhi suaminya, maka dia akan masuk lewat pintu mana saja yang dia kehendaki di antara pintu-pintu surga.”(H.RAbu Nu’aim)
  3. Abudurrahman bin ‘Auf, Rasul Saw,; Wanita yang shaleh itu lebih baik daripada seribu orang laki-laki yang tidak shaleh. Dan wanita mana pun yang melayani suaminya selama tujuh hari, maka ditutuplah terhadapnya tujuh pintu neraka dan dibukakan untuknya delapan pintu surga. Ia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki tanpa hisab.”
  4. Abdullah bin Mas’ud r.a, Rasul Saw,; Apabila seorang wanita mencuci pakaian suaminya, maka Allah menetapkan untuknya seribu kebaikan dan mengampuni dua ribu kesalahannya, serta dimohonkan ampun oleh segala sesuatu yang disinari matahari, dan diangkat untuknya seribu drajat.”(H.R.Abu Manshur)
Ganjaran wanita yang tidak shalih

  1. Abu dzar r.a., Rasul Saw,; Wanita mana pun yang berkata kepada suaminya, ‘Laknat Allah atasmu’ padahal wanita itu dzalim, maka dia dikutuk oleh Allah dari atas tujuh langit, dan oleh segala sesuatu yang diciptakan Allah, selain dua golongan , yaitu manusia dan jin.”
  2. Abdurrahman bin ‘Auf r.a., Rasul Saw.; Wanita mana pun yang mendatangkan duka cita kepada suaminya dalam persolan nafkah, atau membebani dia sesuatu di lluar kemampuannya , maka Allah takkan menerima amalnya sedikit pun.”
  3. Abdullah bin Umar r.a., Rasul Saw,; “Sekiranya semua yang ada di bumi berupa emas dan perak, lalu dibawa oleh seorang wanita ke rumah suaminya, kenudian ia berbangga diri terhadapnya pada suatu hari dengan mengatakan,’Siapa kau, sesungguhnya harta ini kepunyaanku, sedangkan kamu tidak berharta’, maka Allah membatalkan amalnya, sekalipun banyak.”
  4. Ibnu Abbas r.a., Rasul Saw.; Wanita mana pun yang keluar dari rumah suaminya tanpa seizinnya, maka dia dikutuk oleh segala sesuatu yang disinari matahari dan bulan, sehingga dia kembali ke rumah suaminya.”
  5. Ibnu Abbas r.a., Rasul Saw.; Apabila seorang wanita keluar dari pintu ramahnya dalam keadaan berhias dan berminyak wangi, sedang suaminya merelakan hal itu. Maka dibangunlah untuk suaminya itu dari setiap langkahnya sebuah rumah di neraka.”
  6. Thalhah bin Abdullah r.a., Rasul Saw.; “Wanita mana pun yang cemberut pada suaminya, sehinga mendatangkan kesedihan kesedihan kepadanya. Maka dia berada dalam murka Allah sampai dia tertawa di hadapan suaminya., sehingga mendatangkan kegembiraan kepadanya.”
  7. Abu Hurairah r.a.,Rasul Saw; “Apabila seorang lelaki memanggil istrinya ke tempat tidur lalu dia menolak, sehingga suaminya tertidur dalam keadaan marah terhadapnya. Maka wanita itu dikutuk oleh para mmalaikat samapai pagi.”(H.R.Bukhari,Muslim dan lainnya)

Janda & Anak Yatim

Pembaca,renungkanlah keutamaan dan berkah berbuat baik pada Janda dan Anak Yatim dalam cerita berikut ini. Sesungguhnya yang sering orang anggap hina di mata manusia, amat dimuliakan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Bukalah hati.. ulurkan tangan.. membagi rezeki kita pada mereka tidak akan membuat kita jatuh miskin atau usaha kita bangkrut,bahkan sebaliknya. Berderet berkah telah menanti, beban kita diangkat oleh Allah,kesulitan kita dimudahkan,hati tentram,keluarga sakinah dan rezeki menjadi barokah. Buktikanlah!
Ada seorang janda yang masih keturunan Alawi bersama beberapa anak perempuannya. Setelah suaminya meninggal, keadaannya jatuh miskin. Suatu hari ia membawa anak-anaknya pergi untuk mengungsi karena khawatir mendapat perlakuan tidak baik dari musuh. Ia memasukkan anak-anaknya ke dalam masjid yang kosong, karena cuaca begitu dingin saat itu. Melihat anak-anaknya yang kelaparan maka ia keluar masjid untuk mencari makanan..
Di jalan ia bertemu dengan seorang Muslim yang merupakan Syaikh di daerah tsb, kemudian ia menceritakan keadaan dirinya,bahwa ia adalah keturunan Alawi yang membutuhkan makanan. Akan tetapi syaikh Muslim tsb mengatakan:”Kemukan bukti dan saksi bahwa engkau wanita keturunan Alawi.” Lalu wanita ini menjawab:”saya seorang yang merantau,dan belum ada seorangpun yang mengenal saya.” Apa yang terjadi? Syaikh Muslim itu berpaling dan meninggalkan wanita tsb karena wanita ini tidak dapat memberikan bukti dan saksi. Janda ini amat bersedih atas perlakuan syaikh Muslim itu.
Di tengah perjalanan berikutnya wanita ini bertemu dengan orang Majusi,dan ia menceritakan keadaannya seperti ia menceritakan kepada Syaikh Muslim tadi. Ternyata orang Majusi ini menyuruh istrinya untuk menjemput anak-anak janda dan dibawa ke rumahnya untuk tinggal dan diberikan pakaian beserta makanan yang cukup.
Ketika waktu masuk tengah malam,syaikh Muslim bermimpi seolah kiamat telah terjadi. Dalam mimpinya ia melihat gedung yang begitu indah,dengan rangkaian berlian dan yakut. Ia bertanya pada Rasulullah SAW:”untuk siapakah gedung ini?” kemudian Rasul SAW bersabda:”untuk orang muslim yang bertauhid.” Lalu syaikh ini menjawab:”saya muslimyang bertauhid.” Rasul SAW berkata:”Kemukakan bukti dan saksi bahwa engkau muslim yang tauhid.” Syaikh ini kebingungan… Lantas Rasul SAW bersabda:”Ketika engkau didatangi seorang janda Alawi,engkau meminta bukti dan saksi,sekarang engkau buktikan bahwa engkau seorang Muslim!” Syaikh ini terbangun dari mimpinya dan ia sangat sedih karena telah menyianyiakan janda Alawi tsb.
Keesokan harinya Syaikh ini berkeliling mencari wanita Alawi,sampai akhirnya dia mendapat berita bahwa wanita Alawi tsb tinggal di rumah seorang Majusi. Maka didatanginya orang Majusi tsb dan serta merta ia meminta agar orang Majusi tsb menyerahkan janda Alawi padanya. “Aku bayar seribu dinnar,dengan syarat serahkan janda Alawi tsb dan anak-anaknya.” Tapi orang Majusi itu berkata:”Aku tidak akan menyerahkan janda itu beserta anak-anaknya.Karena aku telah mendapat berkah dari mereka.Semalam akupun bermimpi melihat gedung yang sama dengan yang kau lihat dalam mimpimu.Kemudian Rasul SAW bersabda:”Gedung nan indah beserta isinya tsb untukmu dan keluargamu karena kau telah menerima Janda sekaligus anak-anak yatim tsb.Engkau dan orang yang ada di rumahmu termasuk ahli surga.Karena sejak awal engkau telah menjadi orang yang beriman.”
Majusi itu berkata:”Gedung yang kau lihat itu dibangun untukku.Janda itu telah menunjukkanku pada Islam. Demi Allah,tidaklah aku tertidur tadi malam,melainkan aku dan keluargaku telah masuk Islam diatas tangan perempuan yang mulia ini.” Syaikh ini berpaling sambil membawa rasa kecewa yang ukurannya tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT.