Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2011

Sudah - Ahmad Band

Dinda...
Semua berakhir sudah
Sgala rasa yang tlah tertuang
Semua jadi kenangan
Manis mungkin hanyut berdua
Di dalam kekosongan mata hati ini

Tak satupun yang kusesali
Malahan semua...
Hiasi hidup ...
Mungkin setitik perih yang ada
Mendewasakan aku dan kamu...

Dinda....
Jangan sesali ini
Kamu masih cantik seperti dulu
Saat pertama kali kita jumpa

Oo..Dinda
Semua Berakhir sudah
Mestinya semua terangkum
Dan

Tak satupun yang kusesali
Malahan semua warnai hidup
Mungkin duri yang pernah tertancap
Mendewasakan aku dan kamu

Tak satupun yang kusesali
Malahan semua...
Hiasi hidup ...
Mungkin setitik perih yang ada
Mendewasakan aku dan kamu...

Tak satupun yang kusesali
Malahan semua warnai hidup
Mungkin duri yang pernah tertancap
Mendewasakan aku dan kamu

Agar terus semangat
Melawan badai

Tak satupun yang kusesali
Malahan semua...
Hiasi hidup ...
Mungkin setitik perih yang ada
Mendewasakan aku dan kamu...

Untuk terus tabah
Melawan badai

Aku Cinta Kau Dan Dia - Ahmad Dhani

Hancur hatiku, mengenang dikau
Menjadi keping-keping, setelah kau pergi
Tinggalkan kasih sayang,
yang pernah singgah, antara kita
Masihkah ada, sayang itu

#:
Memang salahku, yang tak pernah bisa
Meninggalkan dirinya, tuk bersama kamu
Walau tuk trus bersama,
kan ada hati, yang kan terluka
Dan ku tahu, kau tak mau

Reff:
Sekali lagi maafkanlah,
karena aku, cinta kau dan dia
Maafkanlah, ku tak bisa,
tinggalkan dirinya
Mungkin tak mungkin, tuk terus bersama
Jalani semua cinta, yang tlah dijalani
Tapi bila itu yang,
kau pikir yang ter-baik untukmu
Bahagiaku, untuk dirimu

Reff
Bridge:
Simpan sisa-sisa, cerita cinta berdua
Walau tak tersisa, cerita cinta berdua
Still I have, in my eyes
Still I have forever

#
Reff (2x)
Still love her, in my mind
Still love her forever

Rabu, 02 Maret 2011

Sejati - Wings

Sejati
Itu yang kau ucapkan
Bila janji kugenggam
Bawah pohon kemboja
Yang sekecil kita

Takkan Ada Cinta Yang Lain - Dewa

Haruskah kuulangi lagi
Kata cintaku padamu yakinkan dirimu
Masihkah terlintas didada
Keraguanmu itu susahkan hatimu

Tak akan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu
Pernahkah terbersit olehmu
Akupun takut kehilangan dirimu

Ingatkah satu bait kenangan
Cerita cinta kita tak mungkin terlupa
Buang semua angan mulukmu itu
Percaya takdir kita aku cinta padamu

Tak akan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu
Pernahkah terbersit olehmu
Akupun takut kehilangan dirimu

Akankah nanti
Terulang lagi
Jalinan cinta semu
Dengar bisikku
Bukalah mata hatimu

Swear - Dewa

I guess she's just afraid, I can tell it by lookin' her eyes
That I am not, the kind of make it last
Forever, I know ...

You ask me if I love you, sometimes I just want to hold you
In my arms, to make you feel in fine
From the fear as I can see ...

Can you feel my heartbeat, trust me I'll never let you go
I will take care of you all the way

Now.. I swear for our love
That I will not let you down
And.. I swear for our love
We belong together, nothing's gonna do us apart
Now and forever.. Taste the way, I'll dubbed inside your heart

Look up the stars in the sky, I wanna get it just for you
and fine it shine, to make our love comes stronger
And our dreams come true ...

Separuh Nafas - Dewa

Separuh nafas ku terbang
Bersama dirimu
Saat kau tinggalkanku
Salahkanku

Salahkah aku
Bila aku bukanlah
Seperti aku yang dahulu

Ada makna tergali... dari sini
Dari pertikaian yang terjadi...

Kau hancurkan diriku...
Bila kau tinggalkan aku...
Kau Dewiku...
Kembalilah padaku
Bawa separuh nafasku
Kau Dewiku...

Sayap Sayap Patah - Dewa

Sayangku ku mohon
Tetap disini
Temani jasadku
Yang belum mati

Rohku melayang, tak kembali
Bila kau pun pergi
Meninggalkan yang terbaik
Bagi kita semua

Ku coba kembangkan sayap patahku
Tuk terbang tinggi lagi diangkasa
Melayang melukis langit
Merangkai awan awan mendung

Roman Picisan - Dewa

Tatap matamu bagai busur panah
Yang kau lepaskan ke jantung hatiku
Meski kau simpan cintamu masih
Tetap nafasku wangi hiasi suasana
Saat kau kecup manis bibirmu

Cintaku tak harus,miliki dirimu
Meski perih mengiris-iris segala janji

Aku berdansa diujung gelisah
Di iringi syahdu lembut lakumu
Kau sebar benih anggun jiwamu
Namun kau tiada...menuai buah cintaku
Yang ada hanya sekuntum rindu

Malam-malamku bagai malam seribu bintang
Yang terbentang di angkasa bila kau disini
Tuk sekedar menemani,'tuk melintasi wangi
Yang s'lalu tersaji di satu sisi hati...

Risalah Hati - Dewa

Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
ku harus milikimu
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta...kepadaku
Beri sedikit waktu biar cinta datang
Karena telah terbiasa

Simpan mawar yang ku beri
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku

Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta...kau tak cinta
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta...kepadaku

Hidup tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cinta tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan

Selasa, 01 Maret 2011

Restoe Boemi - Dewa

Sewangi.. Bunga mawar tubuhmu
Menghampar di permadani
Mengetuk hasrat 'tuk menjamah
Surgamu...

Kilaumu.. Bagaikan mutiara
Menghiasi muka bumi
Warnamu yang kujilati
Sendiri...

Kuyakinkan restu bumi
Bangunkan jiwaku
Basuhi raga kita
Restu bumi leburkan hati
Sucikan dari debu dunia

Kuraba... Jiwamu yang bersahabat
Tundukkan suasana hati
Seiring sepi menjepit
Sukmaku...

Seorang... Bijak'kan memahami
Cinta bukan di cari, di raih
Cintapun hadir sendiri...

Kuyakinkan restu bumi (Restu bumi kami)
Bangunkan jiwaku (Bangun jiwa kami)
Basuhi raga kita (Basuh raga yang kering)
Restu bumi leburkan hati (Basuh jiwa yang sepi)
Sucikan dari debu dunia (Melayang!! Berdua)

Pupus - Dewa

Aku tak mengerti ... apa yang kurasa,
Rindu yang tak pernah ... begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu ...
Meski kau tak akan pernah tahu

Aku persembahkan ... hidupku untukmu,
Telah kurelakan ... hatiku padamu,
Namun kau masih bisu ... diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara ...

Baru kusadari ...
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku ...

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang beku,
Semoga akan datang keajaiban, hingga akhirnya kaupun mau

Aku mencintaimu
Lebih dari yang kau tahu ...
Meski kau tak kan pernah tahu

Mistikus Cinta - Dewa

Ketika pertama kali ...

Jiwamu ingin selalu dekat
Dengan jiwaku yang belum bisa
Menterjemahkan segala
Arti pertemuan ini ...

Arti cumbu rayu ini ...

Yang mungkin bisa memusnahkan
Kenyataan hidup yang terjadi

Ketika jiwamu ... merasuk ke dalam
Aliran darahku dan meracuniku ...

Ketika jiwamu ... memeluk hatiku
Dan biarkan jiwaku ... cumbui jiwamu

Ketika kamu aku, melebur menjadi satu
Dan hanya waktu yang mungkin bisa
Memahami apa yang terjadi

Apa yang sedang kurasa ... apa yang sedang kau rasa
Adalah cinta yang tak bisa
Dijelaskan dengan kata-kata

Kosong - Dewa

Kamu seperti hantu
Terus menghantuiku
Ke mana pun tubuhku pergi
Kau terus membayangi aku
Salahku biarkan kamu
Bermain dengan hatiku
Aku tak bisa memusnahkan
Kau dari pikiranku ini

Di dalam keramaian aku masih merasa sepi
Sendiri memikirkan kamu
Kau genggam hatiku
Dan kau tuliskan namamu
Kau tulis namamu

Tubuhku ada di sini
Tetapi tidak jiwaku
Kosong yang hanya kurasakan
Kau telah tinggal di hatiku

Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi - Dewa

Kita tidak sedang bercinta lagi
Malam semakin larut kuberdua dia melepas rindu
Kita semakin hanyut dalam suasana remang malam

Saling bercerita tentang kisah asmara ooh
Tanpa kita tahu Kita bukan pasangan cinta

Kita tidak sedang bercinta lagi
Takkan ada cumbu dan rayu lagi
Lebih baik kita hentikan saja
Karena kita sudah terlalu jauh

Suasana saat itu tak terbayang betapa manisnya
Kita semakin larut hanyut dalam kerinduan kita

Saling bercerita tentang kisah asmara ooh
Tanpa kita tahu kita bukan pasangan cinta yang kasmaran

Kita tidak sedang bercinta lagi
Lupakan semua kenang nostalgia
Kini kita hanya berteman saja
Tak ada ikatan tali cinta

Kuakui kamu memang cantik
Mempesona dan telah membiusku
Jangan salah sangka aku hanya ingin bertemu
Bukan untuk melepas nafsu

Saling bercerita tentang kisah asmara ooh
Tanpa kita tahu kita bukan pasangan cinta yang kasmaran

Kita tidak sedang bercinta lagi
Takkan ada cumbu dan rayu lagi
Lebih baik kita hentikan saja
Karena kita sudah terlalu jauh

Kita tidak sedang bercinta lagi
Lupakan semua kenang nostalgia
Kini kita hanya berteman saja
Tak ada ikatan tali cinta

Kirana - Dewa

Kucoba memahami tempatku berlabuh
Terdampar di keruhnya satu sisi dunia
Hadir dimuka bumi tak tersaji indah
Kuingin rasakan cinta

Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usung sahaja kudamba kirana
Ratapan mulai usang nur yang kumohon
Kuingin rasakan cinta
Manis seperti mereka

Ayah bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi
Kuingin rasakan cinta

Peluhku pun mengering menanti jawabmu
Tak akan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tercipta
Kuingin rasakan cinta

Semakin jauh kumelangkah
Semakin perih jejak langkahku
Hariku pun semakin sombong
Meski hidup terus berjalan terus berjalan

Kirana jamah aku, jamahlah rinduku
Hanya wangi terurai yang dapat kucumbu

Ayah bunda tercinta satu yang tersisa
Mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia
Hidup tak kusesali mungkin kutangisi
Kuingin rasakan cinta

Manis seperti mereka
Tulus seperti adanya
Suci seperti dirimu
Ingin rasakan cintamu

Kirana jamah aku, jamahlah rinduku
Tak akan pernah usai cintaku padamu
Hanya kata yang lugas yang kini tersisa
Kuingin rasakan cinta

Kangen - Dewa

Kut'rima suratmu t'lah kubaca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku
Di dalam hari-harimu bersama lagi

Kau bertanya padaku kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa melawan gejolak di dalam dada
Yang membara menahan rasa pertemuan kita nanti
Saat kau ada di sisiku

Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu
'Ku akan pulang melepas semua kerinduan yang terpendam

Kautuliskan padaku kata cinta yang manis dalam suratmu
Kaukatakan padaku saat ini 'ku ingin ada di pelukmu
Dan belai lembut kasihmu tak 'kan kulupa s'lamanya
Saat bersama dirimu

Jangan katakan cinta
Menambah beban rasa
Sudah simpan saja sedihmu itu
'Ku akan datang, oh..

Kamulah Satu Satunya - Dewa

Laras hati berkelana iris janji
Mengukir bisikan bisikan memacu hasrat
Desir - desir mimpi isyaratkan legit dunia

Kamulah satu satunya
Yang ternyata mengerti aku
Maafkan aku selama ini
Yang sedikit melupakanmu

Segala santun yang kau endap dijiwaku
Tak terisap dulu kini kecapkan sesalku
Anyaman cintamu terkoyak buram mataku

Kamulah satu satunya
Yang ternyata mengerti aku
Maafkan aku selama ini
Yang sedikit melupakanmu

Laras hati alirkan diri kembali
Membujur tubuhku sejuk pangkuan dirimu
Tak ingin terbungkus terbungkus penyesalan

Puing - puing janjiku
Kupugar kembali untukmu
Sgala denyut nadi memanggil
Kamulah satu satunya
Kamulah satu satunya
Kamulah satu satunya
Maafkanlah aku selama ini

Kamulah satu satunya
Yang ternyata mengerti aku
Maafkan aku selama ini
Yang sedikit melupakanmu

Elang - Dewa

Aku ingin terbang tinggi
Seperti elang
Melewati siang malam
Menghembus awan

Ini tangan ku untuk kau genggam
Ini tubuh ku untuk kau peluk
Ini bibir ku untuk kau cium
Tapi tak bisa kau miliki
Aku

Tak usah kau terus tangisi
Kepergian ku...
Air mata tak kan memanggilku
Untuk kembali

Aku adalah mimpi - mimpi
Sedang melintasi
Sang perawan yang bermain
Dengan perasaan...

Aku adalah mimpi-mimpi...
Tiada arti...
Aku ingin terbang tinggi...
Seperti elang...

Dua Sejoli - Dewa

Usap air matamu
Yang menetes di pipimu
Ku pastikan semuanya
Akan baik-baik saja

Bila kau terus pandangi
Langit tinggi di angkasa
Tak kan ada habisnya
S'gala hasrat di dunia

Hawa tercipta di dunia
Untuk menemani sang Adam
Begitu juga dirimu
Tercipta tuk temani aku

Renungkan sejenak
Arti hadirku di sini
Jangan pernah ingkari
Dirimu adalah Wanita

Harusnya dirimu menjadi
Perhiasan sangkar maduku
Walaupun kadang diriku
Bertekuk lutut di hadapanmu

Bukalah pintu jiwamu
Dengar bisikan sanubari
Semua adalah isyarat
Isyarat dari Sang Pencipta

Cukup Siti Nurbaya - Dewa

Oh.. masih ada Belenggu ruang cinta
Meresap kini di dinding zaman
Mencoba - coba kikis naluri
Agitasi murahan yang ada lagi
Mohon acuhkan Palingkan muka

Oh.. memang dunia
Buramkan satu logika
Seolah - olah hidup kita ini
Hanya ternilai sebatas rupiah

Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya itu bukan dogma

Katakan!! pada Mama
Cinta bukan hanya harta dan tahta
Pastikan!! pada semua
Hanya cinta yang sejukkan dunia
(Bukan itu Mama... Bukan itu Papa... 2x)

Oh.. cukup Siti Nurbaya
Yang mengalami Pahitnya dunia
Hidupku kamu dan mereka semua
Takkan ada yang bisa memaksakan jalan
Hidup yang 'kan tertempuh