Kamis, 24 Februari 2011

Tugas Ibu Itu Berat Ya…!

Kadang-kadang kita tak menyadari kalau tugas seorang ibu rumah tangga itu berat,coba deh kita perhatikan… Pagi-pagi…menyiapkan sarapan buat anggota keluarga,memandikan anak, kalau punya anak kecil yang sekolah TK mengantar dulu sekolah, siang…nyuci, nyetrika,ngepel,menyiapkan makan siang anak-anak,suaminya,sore..memandikan anak2 menyiapkan makan malam untuk keluarga …wah sungguh pekerjaan yang tak habis2nya..Pembantu saja ada waktu untuk pekerjaannya,sedangkan ibu rumah tangga jam kerjanya 24 jam…wah..wah..luar biasa ya.
Pekerjaan yang begitu kompleks bisa dikerjakan seorang diri,sungguh suatu hal yang sangat menakjubkan. Tetapi kalau kita perhatikan sangat jarang ada perhatian khusus terhadap ibu rumah tangga, tidak pernah ada penghargaan untuk itu, mungkin mereka berpikir hal tersebut sudah biasa dilakukan oleh wanita yang sudah berumah tangga. Wajar dan menjadi kewajiban seorang ibu rumah tangga.
Kalau kita bandingkan tugas seorang istri dan suami bisa menjadi 2 berbanding 1, apalagi kalau si istri ini juga seorang wanita karier. Coba kita bandingkan, suami kerja dari pagi sampai sore, segala keperluannya sudah disiapkan sang istri. Sedangkan si Istri sebelum pergi bekerja, dia bekerja dulu di rumah menyiapkan sarapan, air hangat untuk keluarga,baju suami,anak2dsb. Pulang kerja suami bisa santai baca koran, minum kopi ,si istri pulang kerja sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan keluarganya esok hari. Benar-benar luar biasa!!!
Saya menulis ini bukan ingin membandingkan tugas suami dan istri, tetapi hanya ingin membeberkan sedikit kelebihan istri dibanding suami. Bila tugas-tugas berat seorang istri seperti di atas dibagi dengan suami bagus sekali, tugas suami sebagai pencari nafkah jangan dijadikan alasan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, karena tugas rumah tangga adalah tanggung jawab bersama.
Hal-hal tersebut di atas tentu tak berlaku untuk keluarga yang mempunyai pembantu, si istri bisa menyuruh pembantu melakukan tugas-tugas berat di rumahnya. Juga tidak berlaku untuk keluarga kaya dengan banyak pembantu, saya hanya membayangkan keluarga yang sederhana , banyak anak, dan istrinya hanya ibu rumah tangga biasa, itu yang saya bahas.
Saya hanya berharap ada sedikit penghargaan terhadap seorang istri atau ibu rumah tangga , terutama dari suaminya. Memang semua istri melakukan segala kewjibannya sebagai seorang ibu dengan ikhlas, ridho, berharap pahala dunia dan akherat . Dan saya kira banyak juga suami yang dengan senang hati mengerjakan tugas rumah tangga berbagi dengan istrinya (termasuk suamiku lo…).
Untuk suami yang belum membantu istrinya, harap perhatikan deh kerja istrinya, jadikan seorang istri itu partner dalam membangun keluarga yang sakinah mawadah dan warokhmah. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar